• A boat with beautiful sunset.
  • Tree in field with blue sky.
  • Amaizing sunrise moment

Download

Berita

New Design

Recent Post

Minggu, 10 Mei 2009
Me in Iranian Blog

Me in Iranian Blog

Who could read Persian? I don't know what is written there, but Eslami (my friend) says, it's the symbol of Indonesian Islamic Family. This is my name written in ARABIC گیلیگ پارادهانا (Sorry if you cannot read this). See the blog here

This picture above is Eslami's handwritten Caligraphy.
Sabtu, 09 Mei 2009
no image

Info BEASISWA bagi mahasiswa S1

Siapa yang bisa mendapatkan beasiswa dari Djarum Bakti Pendidikan ?
Semua Mahasiswa/i berprestasi tinggi yang berada di berbagai Perguruan Tinggi di Indonesia yang telah ada kerjasama dengan PT Djarum dan memenuhi kriteria :
  • Pria atau wanita.
  • Sedang menempuh Tingkat Pendidikan S1 (Strata 1).
  • Prestasi Akademik dengan IPK diatas 3.00, telah menyelesaikan 4 semester (kondisi keuangan keluarga menjadi salah satu pertimbangan).
  • Aktif mengikuti kegiatan-kegiatan organisasi di Kampus.
  • Tidak sedang menerima beasiswa dari pihak lain.
Bagaimana cara untuk mendapatkan beasiswa dari Djarum Bakti Pendidikan ?
Mahasiswa mengajukan surat permohonan beasiswa kepada perguruan tinggi melalui Direktur Administrasi Kemahasiswaan atau Pembantu Rektor III, dilampiri dengan :
  • Fotocopy IPK terakhir.
  • Fotocopy Kartu Hasil Study Semester 4 (empat) dan KTP.
  • Fotocopy surat keterangan tidak mampu dari Lurah/ Camat.
  • Satu lembar foto ukuran 4 x 6 cm berwarna memakai jas almamater.

Mengikuti psikotes, wawancara dan membuat tulisan singkat.

[info lebih lanjut]
Persyaratan menjadi penerima Beasiswa Djarum
  1. UMUM :
    • Pria atau wanita.
    • Sedang menempuh Tingkat Pendidikan S1 (Strata 1).
    • Prestasi Akademik dengan IPK diatas 3.00, telah menyelesaikan 4 semester (kondisi keuangan keluarga menjadi salah satu pertimbangan).
    • Aktif mengikuti kegiatan-kegiatan organisasi di Kampus.
    • Tidak sedang menerima beasiswa dari pihak lain.
  2. ADMINISTRASI :
    • Mahasiswa mengajukan surat permohonan beasiswa kepada perguruan tinggi melalui Direktur Administrasi Kemahasiswaan atau Pembantu Rektor III .
    • Fotocopy IPK terakhir.
    • Fotocopy Kartu Hasil Study Semester 4 (empat).
    • Fotocopy sertifikat kegiatan organisasi/surat keterangan aktif berorganisasi.
    • Surat keterangan dari kampus tidak sedang menerima beasiswa dari pihak lain.
    • Fotocopy KTP.
    • Fotocopy surat keterangan tidak mampu dari Lurah/Camat.
    • Satu lembar foto ukuran 4 x 6 cm berwarna memakai jas almamater.
  3. TES SELEKSI :
    • Mengikuti psikotes.
    • Wawancara.
    • Membuat tulisan singkat.
[Print]

Program Beasiswa Djarum
  1. Beasiswa Djarum diberikan selama 2 (dua) semester berurutan atau 1 (satu) tahun.
  2. Besarnya dana beasiswa Djarum pada tahun ajaran 2008/2009 sebesar Rp. 500.000,-(lima ratus ribu rupiah) per bulan. Di tahun ajaran 2009/2010 meningkat menjadi Rp. 600.000,-(enam ratus ribu rupiah) per bulan selama 1 (satu) tahun.
  3. Menerima pelatihan soft skills seperti : outbound, leadership training, practical skills dan entrepreneurship.
Info lebih lanjut klik disini

Senin, 04 Mei 2009
no image

Penyebab Doa Tidak Diterima - Why your prayers are not answered

[BAHASA INDONESIA]

1. Kamu mengaku beriman pada Allah (SWT) tetapi tidak melaksanakan perintahNya.
2. Kamu mengaku mencintai Nabi Muhammad (SAW) tetapi tidak mengikuti sunnahnya.
3. Kamu membaca Al-Qur'an tetapi tidak mengamalkannya.
4. Kamu menikmati karunia Allah (SWT) tetapi tidak mensyukurinya.
5. Kamu mengaku memusuhi setan tetapi tidak memeranginya.
6. Kamu ingin masuk surga tetapi tidak mendekatinya.
7. Kamu tidak ingin masuk neraka tetapi tidak berusaha menghindarinya.
8. Kamu tahu bahwa setiap makhluk pasti mati tetapi tidak mempersiapkan menghadapinya.
9. Kamu membicarakan keburukan orang lain tetapi melupakan keburukanmu sendiri.
10. Kamu mengubur orang mati tetapi tidak mengambil pelajaran darinya.

[ENGLISH]

1. You believe in the existance of Allah (SWT) but you do not fulfil His Commands.
2. You say you love the Prophet Mohammed (SAW) but you do not follow his Sunnah.
3. You read the Holy Qur’an but you do not put it into practice.
4. You enjoy all the benefits from Allah (SWT) but you are not grateful to Him.
5. You acknowledge Shaitan as your enemy but you do not go against him.
6. You want to enter Paradise but you do not work for it.
7. You do not want to be thrown into Hell-Fire but you do not try to run away from it.
8. You believe that every living-thing will face death but you do not prepare for it.
9. You gossip and find faults in others but you forget your own faults and habits.
10. You bury the Dead but you do not take a lesson from it.
Minggu, 03 Mei 2009
no image

Bagaimana berkomunikasi saat anak marah

Seringkali orang tua merasa dilematis menyikapi tingkah laku anak. Oleh karena itu perlu kita berbagi ilmu untuk memudahkan para orang tua mendidik anaknya di rumah. Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan baik oleh orang tua maupun guru di sekolah:
(1) Pisahkan mereka dari yang lain (teman, saudara, orang)
Anak memiliki rasa malu, bila mereka merasa dipermalukan maka anak akan semakin marah dan tidak terkendali.
(2) Berjongkoklah, duduk setara dengannya, pandang matanya
Saat kita berbicara serius sambil berdiri, anak merasa bahwa kita adalah atasan, kata-kata kita adalah perintah, yang boleh jadi akan disimpulkan sebagai ancaman atau penolakan terhadap keinginannya. Maka perlakukan dia sebagai teman dimana kita siap mendengarkan engan sungguh-sungguh.
(3) BILA dia tidak terkendali (berteriak, meronta, memukul) peringatkan dengan tegas "Hen-ti-kan!" jangan dengan berteriak, jangan membentak, tapi dengan nada rendah yang tegas dan jelas. Sampaikan peringatan bahwa bila dia terus tidak terkendali akan didudukkan di "kursi nakal". Peringatan sangat penting untuk memberi ruang pada anak untuk mengoreksi perbuatannya sendiri. Jangan memberi hukuman tiba-tiba.
(4) BILA dia tadi berbuat salah, beritahu dia bahwa anda (dan korban, saudara/teman-teman yang lain) akan mendiamkannya selama 5 menit, dan dia harus duduk di tempat "kursi nakal" kalau ingin kembali berkumpul dan bermain lagi.
(4.a) BILA anak berusaha kabur dari kursi nakal, ambil dia, kembalikan ke kursi itu berapa kalipun dia mencoba. Ingat! Orang tua/guru harus menjadi pemimpin & pengatur. Anak harus belajar menghormati aturan.
(4.b) Setelah 5 menit selesai, datang pada anak (gaya no. 2), katakan padanya dimana letak kesalahannya, dan apa yang harus dilakukannya untuk memperbaiki kesalahan itu (minta maaf, berjanji tidak mengulangi lagi).Perhatikan cara meminta maaf anak supaya ia benar-benar sopan dalam meminta maaf. Ingat, bahwa cara yang dia lakukan ini nantinya akan dilakukannya di luar rumah/sekolah.
(4.c) Hargai pengakuannya, peluklah dia, cium dia, katakan betapa bangganya anda terhadapnya karena telah berani meminta maaf. Cari ungkapan baru, jangan klise, agar anak benar-benar merasa ini pujian dari hati.
[*] BILA anak tidak berbuat salah, lewati langkah 4 / 4.a / 4.b ini dan langsung ke langkah 5.
(5) Tanyakan apa yang membuat dia marah, "Kenapa sayangku? Ada apa?" Dengarkan sepenuhnya, dan tetaplah bersikap adil. Karena keadilan itu dekat dengan taqwa.
(6) Bila anda mampu memberi solusi, usulkanlah, dan bantulah anak mewujudkan solusi itu.
> Maksudnya mengusulkan pada anak, adalah memberikan padanya kebebasan untuk memilih, melatihnya supaya berpikir menimbang akibatnya. Misalnya, "Kalau kakak yang memotong kuenya, adik yang memilih potongannya ya... nanti ibu yang menghias kue-kuenya." atau "Kalau kakak mau mainan yang itu, bisa nggak kakak meminjami mainan yang disukai adik buat mainan adik?"
> Kalau anda tidak mampu memberikan solusi, sampaikan terus terang, dan janjikan kepadanya anda akan berusaha untuk terus menolong. Misalnya, "Ibu juga tidak tahu caranya, nanti kalau ayah datang kita tanya sama-sama yuk." Keterusterangan orang tua mengajarkan anak bahwa mereka tidak perlu takut akan kekurangannya, akan kritik, dan mengajaknya mau berbagi.
(7) Jangan lupa, setiap usaha anak menuju yang lebih baik selalu pantas untuk dirayakan, meski hanya dengan membacakan dongeng saat hendak tidur malam.
* Mudah-mudahan bermanfaat *
Mohon saran & kritiknya.
Jumat, 10 April 2009
Sakura di negeri matahari terbit

Sakura di negeri matahari terbit

Dari jendelaku sakura berkelopak berjejer-jejer sepanjang jalan, putih bersemu merah muda. Pemandangan indah yang disuguhkan Allah swt bagiku setiap pagi, disiram matahari pagi, sepanjang hari. Indahnya sakura saat bermekaran, tak kalah indah saat dia gugur disapu angin, beterbangan seperti ratusan kupu-kupu yang bermain berkejar-kejaran di taman.

Hatiku bergumam, sayang, seandainya istriku dan anak-anakku ada disini untuk menikmati. Kemudian hatiku memberontak, ia mengingatkanku: betapa kurang rasa syukurku padaNya. Bahwa ternyata diriku masih mengharapkan lebih dari apa yang telah kugenggam di tanganku. Diriku masih berandai-andai, padahal diriku telah dilebihkannya dari jutaan manusia yang lain dalam karuniaNya. Astaghfirullah.

Duhai Allah, karuniakan padaku mata yang pandai bersyukur, hati yang selalu cukup, ingatkan selalu aku akan cintaMu.



Sabtu, 04 April 2009
Genki ni Narimasu

Genki ni Narimasu

*Sudah lebih baik... di asrama.

Terima kasih teman-teman, Islami yang menampung saya di malam pertama saya menggigil, Pak Dhe Sakarinto Wikan yang ngawal saya dari rumah sakit ke rumah sakit, Rani yang memasakkan bubur, Adachi-san yang menjemput saya jauh-jauh 50km lalu menampung di rumah beliau yang besar, Takashima-san yang berbelanja untuk saya, Fifi yang membuatkan makan siang, dan yang lain yang tak sempat diketikkan satu per satu.

Juga terima kasih atas doa-doanya, saran medis dari dr. Gunadi, dan bu Aisyah Jauharoh, doa kalian sangat penting untuk saya.

Beruntung, benar-benar beruntung diri saya ini, oleh Allah dimanjakan dengan cinta orang-orang terdekat dengan saya. Sehingga terhibur setelah perpisahan dengan keluarga. DiingatkanNya saya akan syukur yang sudah lama saya lupakan, rasanya indah sekali, dan keindahan itu terasa hangat sekali dalam hati saya.

Terima kasih ya Allah, Engkau mengijinkanku kembali merasakan keindahan syukur dari hati.
no image

Materialisme Jepang

Saat terbaring sakit di rumah sakit aku bertanya pada Takashima-san, karyawan administrasi universitas. Dia yang mengantarkanku kesini. "Boleh aku bertanya hal pribadi?" Tentu saja kami berkomunikasi dalam bahasa Inggris.

"Sure" Jawabnya ramah, seolah menyukainya.

"Apa agamamu?" Reaksinya seolah ia tidak mengira akan ditanya tentang hal ini. Dalam penjelasannya Takashima tampak tidak begitu yakin bahwa "I'm a shintoist", ketika kutanya kenapa, dia menjelaskan bahwa keyakinan itu turun-temurun, sehingga menjadi tradisi, warisan, kebudayaan, identitas, namun dirinya sendiri belum mendeklarasikannya. Kadang-kadang dia juga pergi ke kuil Budha, sebagaimana orang Jepang pada umumnya, mereka mencampuradukkan agama dan ikut merayakan pernikahan di gereja, meski tidak mempraktikkan ajaran Kristen.

Adalah menarik saat dia menjelaskan tentang tabu, kalau ia menikah pada hari baik ia akan berdoa "Ya Tuhan, Engkau sungguh benar, aku sangat berterima kasih padaMu". Sedangkan bila ternyata pilihan harinya buruk, maka ia akan tetap menikah dan berdoa, "Ya Tuhan, kali ini Engkau salah, dan aku tidak akan percaya lagi padaMu."

Aku tertawa sampai menangis.
Tuhan dimarahi? gebleg banget Jepang ini.
Breaking News
Loading...
Quick Message
Press Esc to close
Copyright © 2013 Gilig Guru All Right Reserved