Mampir di 小学
Barusan bareng-bareng teman se fakultas mengunjungi sebuah sekolah dasar di dekat Kobe University. Ketika sampai di gerbang sekolah, perwakilan anak-anak SD memegang nama kami kayak menyambut tamu di bandara. Yang membawa nama saya adalah dua orang dari kelas 4-3.Waktu dhuhur berlalu setengahnya, jadi minta ijin sensei untuk sholat di lorong, gak jadi... karena posisi kiblat mengharuskan saya melintang dan menghalangi orang lewat, jadi saya minta jin untuk sholat di dalam kelas di pojok belakang. Pas takbir, saya baru sadar bahwa sensei tidak akan memulai kelas tanpa saya, jadi mereka menunggu. Seusai salam, kanan saya menghadap tumpukan tas-tas murid, salam ke kiri saya memandang seluruh isi kelas sedang memandangi saya, mereka menonton "pertunjukan sholat". Sumimasen... sumimasen... (maaf... maaf...)
Si Korea mendapat kesempatan pertama, dia lumayan lancar berbahasa Jepangnya, saya ... kacau. Untung sensdeinya bisa bahasa Inggris... sedikit. Untungnya lagi minggu lalu saya ada tugas mempresentasikan negara kepada teman sekelas, jadi agak ingat-ingat sedikit. Ketika saya memberikan kesempatan bertanya, banyak yang mengacungkan jari. Ada yang tanya binatang yang paling berbahaya di indonesia apa, tempat yang terkenal dimana, makanannya apa, macam-macam. Karena saya sengaja membawa angklung, maka saya bagi-bagikan, lucu juga, sebab mereka menggoyangkannya seperti mengocok pop ice. Wah, suasana jadi rame! Waktu berlalu sekitar 30 menit seperti angin, kami pamit dan foto-fotoan. Rasanya pingin kembali lagi.
















